Prodi Kebidanan Unimus Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa melalui Pelatihan KKMN Bersama Ambulans Gawat Darurat 118
Semarang – Program Studi S1 dan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) bekerja sama dengan Ambulans Gawat Darurat (AGD) 118 menyelenggarakan pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal (KKMN) pada 22–25 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi mahasiswa dalam penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal melalui pembelajaran teori dan praktik.
Pelatihan dilaksanakan selama empat hari dengan metode blended learning. Sesi teori diselenggarakan secara daring pada 22–23 Juni 2026, sedangkan praktik keterampilan (skill station) berlangsung pada 24–25 Juni 2026 di Gedung NRC Lantai 2 Unimus.

Pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal (KKMN) bekerja sama dengan Ambulans Gawat Darurat (AGD) 118
Pada sesi teori, peserta mendapatkan pembekalan mengenai prinsip kewaspadaan, deteksi dini, serta penatalaksanaan awal kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Materi tersebut menjadi landasan penting bagi mahasiswa kebidanan dalam memberikan respons yang cepat, tepat, dan sesuai standar pelayanan ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan pada ibu maupun bayi baru lahir.
Selanjutnya, melalui sesi praktik, peserta dilatih untuk mengaplikasikan materi yang telah diperoleh ke dalam berbagai simulasi kasus klinis. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan teknis, kemampuan pengambilan keputusan, serta kesiapsiagaan peserta dalam situasi kegawatdaruratan.

Pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal (KKMN) bekerja sama dengan Ambulans Gawat Darurat (AGD) 118
Ketua Program Studi S1 dan Profesi Bidan Unimus menyampaikan bahwa pelatihan KKMN merupakan bagian dari komitmen program studi dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi klinis unggul dan siap menghadapi tantangan pelayanan kebidanan di lapangan.
“Melalui kegiatan KKMN ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami konsep kegawatdaruratan maternal dan neonatal secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya melalui keterampilan praktik yang terarah dan sesuai standar,” ujarnya.
Kolaborasi dengan AGD 118 memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif bagi peserta. Sebagai lembaga yang berpengalaman dalam pendidikan dan pelatihan kegawatdaruratan, AGD 118 menerapkan metode pembelajaran yang meliputi ceramah, diskusi, skill station, pre-test, post-test, serta evaluasi keterampilan (psychomotor assessment) untuk memastikan capaian kompetensi peserta.

Pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal (KKMN) bekerja sama dengan Ambulans Gawat Darurat (AGD) 118
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengenali tanda bahaya, melakukan tindakan awal secara tepat, serta mengambil keputusan klinis sesuai prosedur pada kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal.
Kegiatan KKMN menjadi salah satu bentuk implementasi komitmen Program Studi S1 dan Profesi Bidan FIKKES Unimus dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis praktik, memperkuat kompetensi klinis mahasiswa, serta menghasilkan lulusan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada keselamatan ibu dan bayi.














Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!